RSS

Bila Saja Nazaruddin Tak Egois

28 Mei

Oleh: Yayan Sopyani Al Hadi

Nazaruddin tidak tinggal diam. Setelah diberhentikan sebagai Bendahara Umum Partai Demokrat, Nazaruddin bernyanyi. Salah satu nyanyian Nazaruddin adalah terkait proyek besar Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora) dalam mempersiapkan SEA Games ke-26. Andi Mallarangeng terlibat dalam proyek tersebut?

Bila Nazaruddin membocorkan keterlibatan Andi secara detail, hal ini akan memperkuat dugaan sementara kalangan bahwa memang terjadi friksi yang tajam di internal Demokrat. Konflik itu merupakan sisa perseteruan dari Kongres Bandung yang belum berakhir; Anas Urbaningrum lawan Andi Mallarangeng.

Bila Nazaruddin benar-benar menyeret Andi Mallarangeng, hal ini juga memperkuat dugaan orang bahwa dia memang benar-benar berada di balik kubu Anas.

Dalam Kongres Demokrat II di Bandung, Nazaruddin merupakan salah seorang tim sukses Anas yang disebut-sebut banyak menggelontorkan uang untuk menghadapi Andi Mallarangeng, dan juga Marzuki Alie. Anas juga nampaknya tidak melupakan jasa Nazaruddin ini. Setelah Kongres berakhir, kursi empuk Bendahara Umum diserahkan kepada Nazaruddin.

Bila nyanyian Nazaruddin ini terus menggema, bukan tidak mungkin energi Demokrat akan terkuras habis. Konflik internal akan membuat pondasi partai ini rapuh dan luluh. Padahal Demokrat harus memikirkan urusan yang lebih besar untuk berlaga dalam Pemilu 2014. Begitu juga menghadapi Pilpres 2014, ketika dipastikan SBY tidak akan maju lagi.

Bila saja memang Nazaruddin berada di lingkaran  Anas, mungkin kubu Anas juga mengharapkan agar pria kelahiran 1978 ini tidak perlu ribut lagi. Hal ini bukan saja untuk menyelamatkan Demokrat secara umum, namun juga menyelamatkan kepemimpinan Anas yang tergerogoti intrik internal.

Dari sisi Demokrat, mungkin lebih baik Nazaruddin mengikuti jejak Wakil Ketua Umum Demokrat, Jhonny Allen Marbun. Jhonny sering dikaitkan dalam kasus proyek dana stimulus untuk infrastruktur perhubungan di kawasan timur Indonesia. Atau bisa juga Nazaruddin meniru Max Sopacua. Max Sopacua disebut-sebut terlibat dalam kasus pengadaan alat kesehatan.  Jhonny Allen dan Max Sopacua sempat dipanggil KPK dan sekarang tetap melenggang aman.

Bila saja Nazaruddin tidak egois dan lebih mengutamakan kepentingan Demokrat secara umum, mungkin dia akan memilih kuasa hukum untuk membela semua kasusnya. Nazaruddin pun tidak perlu mempertajam konflik di internal Demokrat.

Namun, apa yang ada di balik benak Nazaruddin, hanya dia yang tahu.

 Sumber: Rakyat Merdeka Online

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 Mei 2011 in CATATANKU

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: