RSS

Dialog Bersama Bill Rammell

10 Feb

Dialog Bersama Bill Rammell


10 Februari 2009

Hari ini aku menghadiri sebuah dialog yang sangat menarik perhatian sekaligus menyesakkan dada. Dialog ini diadakan di CDCC (Centre for Dialogue and Cooperation amongst Civilizations), yang diketuai oleh Prof. Dr. Dien Syamsudien, MA. Tak tanggung, yang hadir Bill Rammell, Menteri Negara Inggris di Kantor Kementrian Luar Negeri dan Persemakmuran.

Bill Rammell memang sedang berkunjung ke Indonesia selama dua hari (9-10 Februari 2009) untuk melanjutkan hubungan persahabatan antara pemerintah Inggris dan Indonesia. Di Indonesia, beliau bertemu dengan Hassan Wirajuda.

Dalam dialog di CDCC yang bertemakan Kebijakan Luar Negeri Inggris di Timur Tengah itu ada beberapa hal yang disampaikan Rammell namun hanya tiga point yang menjadi perhatianku.

Pertama, Rammell mengakui bahwa Jakarta-London adalah sama-sama kota kosmopolitan dengan sejarah yang sangat panjang dan Inggris-Indonesia memiliki kesamaan sebagai dua negara demokratis yang dinamis. Rammell juga mengagumi semboyan Bhineka Tunggal Ika sebagai simbol masyarakat yang multi-budaya dan multi-agama. Bahkan Rammell mengatakan: “Kami, di Inggris tidak memiliki semboyan nasional—namun seandainya kami memilikinya, saya tidak bisa memikirkan semboyan yang lebih baik bagi kami. Bhineka tunggal Ika merupakan gagasan yang layak mendapatkan tempat yang lebih besar. Suatu gagasan yang bisa ditularkan oleh bangsa Indonesia keberbagai belahan dunia lainnya”

Kedua, berkaitan dengan perang Gaza. Menurut Rammel, Negara Inggris telah berperan aktif dari sejak awal dalam menyerukan genjatan senjata. Rammell mengatakan: ”Kami mengutuk semua serangan HAMAS terhadap penduduk sipil Israel—namun pandangan kami, respon militer Israel tidak proporsional”

Ketiga, dalam hal terorisme. Rammell berkomitmen untuk bekerjasama dengan Indonesia dalam mencegah terorisme dan mencegah orang menjadi teroris. Bagi Rammell, memperkuat suara kaum moderat merupakan solusi untuk mengurangi ektrimisme yang menjurus kepada prilaku treror.

Dari ketiga point yang menjadi perhatianku, point pertama, betapa aku bangganya pada Bung Karno dan pendiri republik ini. Pada point kedua, mendadak dadaku menjadi sesak dan aku menjadi sangat kesal dengan sang Menteri ini sebab dia berpendapat bahwa konflik di Gaza adalah kesalahan HAMAS. Dan point ketiga, adalah bagian dari pemikiranku yang belum usai…

Mungkin, saudaraku, punya penilaian yang berbeda….



 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 Februari 2009 in CATATANKU

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: