RSS

Sambutan Ketua Panitia Semiloknas FORPAMA PP Muhammadiyah

24 Agu

Sambutan Ketua Panitia Semiloknas Forpama PP Muhammadiyah

(ZONA 1 Wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten)

"Menyiapkan Enterpreneur Melalui Panti Muhammadiyah- Aisyihah"

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Puji dan sukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan anugerah dan hidayah-Nya kepada kita semua. Shalawat dan salam mari haturkan kepada junjungan kita semua, Rasulullah SAW.

 

Kepada yang saya hormati, Ketua MKKM PP Muhammadiyah

Kepada yang saya hormati, Direktur PM Depdiknas RI

Kepada yang saya hormati,, Ketua Forpama PP Muhammadiyah

Kepada yang saya hormati, Walikota Bogor

Kepada yang saya hormati, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bogor bersama ortomnya

 

  “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama ?,Itulah orang yang menghardik anak yatim Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang- orang yang sholat (Yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya, Orang- orang yang berbuat riya, dan enggan (menolong dengan) barang (harta) yang berguna .” (QS. Al-Maun {107} : 1-7)

 

Sepak terjang dan perjuangan Muhammadiyah yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan sejak berdiri tahun 1912 telah membuktikan bahwa surat Al Ma’un bukan hanya sekedar bacaan dan hapalan bagi warga Muhammadiyah. Surat al-Maún menjadi landasan teologis Muhammadiyah dalam rangka melakukan transformasi norma keagamaan yang bersifat teoritik menjadi praktik (min al-naqli ila al-fi’li ) serta merubah paradigma beragama seseorang yang hanya terkungkung pada nalar intelektual namun tidak berpijak pada realitas sosial yang timpang  (min al-aqli ila al-waqi ).

 

Teologi al-Ma’un ini meniscayakan bahwa keberagamaan seseorang tidak hanya termanisfestasikan pada kerangka ibadah yang bersifat vertikal penghambaan kepada-Nya tapi juga merupakan gerak horizontal sebagai pengabdian kepada sesama manusia. Teologi al-Ma’un mengingatkan kita bahwa beragama yang hanya ditujukkan kepada-Nya namun melupakan sesama manusia yang berada dalam kepapaan dan kekurangan adalah bentuk dan bukti dari kedustaan kita dalam beragama. Dengan tegas dan jelas, surat al-Ma’un menunjukkan bahwa orang yang menghardik anak yatim, mengabaikan fakir miskin dan tidak mengulurkan tangan buat orang yang kekurangan, adalah orang yang beragama secara egoistik dan penuh kebohongan. Dengan landasan teologi al-Ma’un serta berpijak pada kenyataan sosial ini, untuk pertama kalinya Muhammadiyah mendirikan Panti Asuhan Muhammadiyah di Yogyakarta sebagai bukti nyata dan manifestasi ibadah kepada-Nya selaligus pengabdian terhadap sesama. Selain itu, Muhammadiyah mengerjakan berbagai bentuk kegiatan yang bertujuan untuk memberikan jaminan sosial dan pembinaan keagamaan bagi anak yatim dan fakir miskin.  

 

Hingga saat ini panti Muhammadiyah – Aisyiyah telah tersebar di seluruh penjuru tanah air. Sasaran pelayanannya disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat di sekitarnya; ada panti asuhan anak, panti bayi sehat, panti jompo dan sebagainya. Demikian juga dengan model pelayanan, ada sistem mondok di asrama dan ada pula pelayanan luar asrama, dimana asuhan tetap tinggal bersama keluarga, bantuan dan layanan diberikan secara berkala. Saat ini tercatat sudah sebanyak 308 panti di Indonesia dengan 16.911 orang peserta asuhan. 

 

Waktu terus bergulir, Muhammadiyah senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan dan sistem jaminan pembiayaan untuk pembinaan anak yatim dan fakir miskin. Sebab—sebagaimana di sitir Habermas—kualitas kelayakan dan pelayanan publik merupakan jaminan dan legitimasi dari pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang modern. Sampai saat ini sudah banyak Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah serta Panti Asuhan yang memiliki sumber pembiayaan sendiri disamping bantuan donatur untuk membiayai kebutuhan pembinaan anak yatim dan fakir miskin. Sumber pembiayaan melalui usaha sendiri yang dikembangkan Muhammadiyah sangat beragam, sesuai dengan potensi lingkungan dimana Muhammadiyah berada. Ada yang mendirikan amal usaha di bidang kesehatan, pendidikan atau usaha-usaha bidang ekonomi lainnya.

 

Secara umum kami mengakui bahwa sebagian besar program pembinaan terhadap anak yatim dan fakir miskin bersumber dari bantuan pemerintah, swasta dan donatur. Namun secara bertahap, ketergantungan pada bantuan ini akan dikurangi. Dalam artian, pada tahap selanjutnya, bantuan hanya digunakan sebagai dana cadangan atau pengembangan kegiatan bidang sosial. Untuk itu,  perlu melakukan pemberdayaan yang bersifat partisipatoris dan konstruktif dengan melibatkan semua potensi ekonomi yang berada dalam lingkungan panti. Tentu, kerangka gagasan pastisipasi ini memungkinkan diterima secara luas sebagai respons langsung terhadap kebutuhan masyarakat dan warga panti setempat. Teknik partisipatoris juga meniscayakan prioritas pembinaan dan pemberdayaan yang bisa langsung dirasakan oleh para pelaksananya. Sehingga hasil dari partisapasi ini adalah kemandirian panti secara institusi dan anak panti sebagai pribadi.

 

Dengan ini, perlu diselenggarakan suatu program yang sistemik dan terstruktur dengan baik, bagaimana melakukan pembinaan dan pemberdayaan partisaporis bagi anak panti. Sehingga sejak awal, semua anak panti menyadari bahwa mereka harus mandiri secara ekonomi. Dan kesadaran ini tentu bukan datang serta merta, tapi harus dilakukan melalui proses penyadaran yang intensif dan terencana. Proses ini memerlukan suatu pembentukan karakter (caracter building ) melalui beragam pelatihan, pengembangan keterampilan dan juga pembangunan mental usaha yang mandiri dan otonom.  

 

Disisi lain, masih dalam bingkai teologi al-Ma’un, para donatur  panti juga di beri pemahaman bahwa  perhatian terhadap anak yatim bukan hanya dalam bentuk santunan ekonomi yang konsumtif namun juga harus produktif. Sehingga bentuk santunan ditafsirkan secara meluas dan mencair dengan beragam potensi yang ada dan memadai. Santunan itu bisa dalam dalam modus pendidikan (seperti Depdiknas) pelatihan (seperti Depsos), investasi modal (seperti Kementrian Koperasi dan UKM, BUMN, pengusaha dan lembaga swasta) atau perluasan dan penyaluran jaringan kerja bagi anak panti yang sudah dewasa dan mandiri ( seperti Depnaker dan BNP2TKI).

 

Terakhir, Terima kasih atas kehadiran bapak-ibu semua dan selamat datang kepada peserta semiloknas

 

Billahi Fie sabili al-Haq fastabiq al-Khirat

Nasrun Minallahi wa Fathun Qarib

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

 

Panti Asuhan Darusholuhat Bogor, 7 Agustus 2008

 

 

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 24 Agustus 2008 in CATATANKU

 

2 responses to “Sambutan Ketua Panitia Semiloknas FORPAMA PP Muhammadiyah

  1. SEPTI

    13 Januari 2009 at 7:33 am

    Ass

    Saya sangat apresiatif dg kegiatan FORPAMA. kebetulan saya juga sedang melakukan penelitian ttg sejarah panti di Muhammadiyah tapi dalam kerangka teori, bahwa panti adalah salah satu bentuk upaya perlindungan sosial terhadap anak.

    semoga dapat membantu saya…

    Wss

     
  2. PA Tunanetra Ponorogo

    3 Juli 2009 at 3:18 am

    Assalaaku ‘alaikum Wr. Wb.
    Mohon Informasi apakah Data Base Panti Muhammadiyah / ‘Aisyiyah se-Indonesia apa sudah bisa dilihat di situs ini ?
    Wassalaamu ‘alaikum Wr. Wb.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: