RSS

Full House

09 Mei
Han Zi Eun



Full House; Film Lama yang Menggoda Kesadaran

 

Film Drama, adalah Film yang paling aku suka. Selain Drama Erofa, seperti Dead Poet Society-nya Robin williams, Full House adalah Drama Asia yang menggoda kesadaranku. Memang secara umum, aku lebih menyukai Drama daripada Film yang menampilkan Kekerasan dan Peperangan. Memang ada film “perang” yang sempat menggugah emosiku, “Film 300”.

 

Salah satu Drama Asia yang menggodaku adalah Drama Korea; FULL HOUSE

 

Aku sangat menyukai Film ini. Sebelum disajikan oleh INDOSIAR, aku sudah menonton CD Full House secara lengkap. tak tanggung, aku menontonnya sampai 3 kali khatam. bayangkan 1 kali khatam, berarti 16 Kaset dan durasi 1 kaset adalah 1 jam. Artinya aku menonton 16 jam untuk untuk sekali kahatam. Berarti untuk menikmati Film ini secara keseluruhan, aku menghabiskan waktu 48 jam, atau sama dengan 2 hari 2 malam. Waktu yang cukup lama untuk membaca buku. sehari, biasanya aku membaca minimal 100 halaman buku. Buku apa saja! dan selama 48 jam itu, aku korbankan untuk menikmati Full House.

 

Ketika Film ini ditayangkan di Indosiar, aku kurang respect. selain karena aku masih menyimpan CD-nya, aku juga kurang menikmati tayangan Indosiar, karena “khas korea-nya” menjadi hilang. Dengan mengganti bahasa korea dengan bahasa indonesia, Film ini menjadi kurang sedap ketika disajikan INDOSIAR. Padahal, yang paling aku suka dari Han Zie Eun (Song Hye Kyo/ Song Hye Gyo), adalah ketika menggunakan kata “Semangat” dalam bahasa nya yang khas dan berkarakter. Kemudian ditiru oleh Lie Joung Jie (Rain), dengan lucu dan ekspresi “culun”. Kemudian, ketika zie En bernyanyi didepan sang Nenek, adalah adegan yang mengasyikan dan mengaharukan. Namun ketika nampak di INDOSIAR, nampak mengurangi selera.

 

Selain, Sosok Young jai dan Zie Eun, ada dua tokoh lagi yang menarik, Ju min Jok/ liu mingge dan Kang ae Won/ Yuan. Ju Min Jok adalah seorang boss Media, Orangnya Cool namun perhatian. Dia adalah sosok yang bagus untuk seseorang yang perhatian dengan perempuan. Sementara Kang Ae Won merupakan Designer muda yang cintanya bertepuk sebelah tangan. Bagiku, semua sosok dalam film ini punya karakter, tidak seperti sinetron Indonesia, yang hadir lalu lalang namun kosong karakteristik. Apakah aku kehilangan nasionalisme! bukan! ini adalah penilaian aku sebagai penikmat film. tentu subyektif!! Yang kedua, menurutku Film ini tidak ada sosok “Penjahat Penuh” atau “Orang Baik yang sempurna”. Dua Orang sahabat, Zi eun adalah tokoh yang juga sangat manusiawi, sering salah, sembrono, tapi baik sebenarnya. begitu juga Nenek, Ibu dan Ayah Joung Jie. Inilah Film yang mengajarkan proses kemanusiaan yang tidak berhenti pada satu titik. Bahwa manusia mempunyai dua potensi; baik dan buruk. tidak ada justifikasi, bahwa seseorang ini akan jahat selamanya atau akan baik selamanya. inilah proses “menjadi” manusia

 

Dalam Film ini, ada kelucuan yang bernilai, romantisme yang tidak cengeng, keharuan yang tidak mengajari. dalam Film ini, ada titikan air mata dan ada juga gerai tawa.

 

selanjutnya: silahkan nikmati sendiri film ini, dan anda boleh menilai sendiri…sebebas-bebasnya

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 Mei 2008 in FILM: CINEMA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: