RSS

KTP; Kartu Tanda Primordialisme

Dalam studi multikulturalisme, primordialisme, dan juga HAM, merupakan anak kandung post-modernism, yang ironisnya dalam kardus pengakuan identitas ada motif menjadikan the other atau al-akhar sebagai tontonan.

Maka jangan bangga, ketika kelompok budaya hegemonik terlihat begitu peduli pada budaya lokal sub-ordinatif sebab tetap saja ada motif menjadikan objek. Lebih jelas, ketika ada orang Barat terlihat mau melestarikan budaya dan entitas adat timur di ujung Asia Tenggara, sejatinya mereka bukan semata mau membebaskan dari diskriminasi, melainkan untuk dijadikan tempat hiburan, demi kepuasan mereka sendiri.

Di luar studi itu multikulturalisme, dalam hal KTP, pihak yang mau mengosongkan kolom agama maupun mau mempertahankannya, juga sama-sama menggunakan dalil primordialisme, dan juga HAM. “Inilah identitas-ku, maka kau harus menghormati keberadaanku. Ini X-ku. Ini Y-ku. Lama-lama, aku tidak berarti dan bukan apa-apa bila X dan Y ku tak kau hormati.”

Karena itu, karena sama-sama primordialistik dan sama-sama menggunakan HAM sebagai sandaran, hal yang dibutuhkan bukan mengosongkan tapi memperkuat dan lebih memperjelas identitas masing-masing dalam kolom KTP. Sebab sering kali eksistensi X atau Y tidak benar-benar mencerminkan esensi X dan Y. Bisa X1, X2, Y1, Y2 atau malah ada identitas XY. Lebih-lebih semua manusia juga, dari sisi biologis, mengandung kromosom X dan Y. Atau memiliki unsur anima-animus dalam pandangan psikologis.

Dari sisi sosiologis, bisa meminjam istilah Peter Rose dalam buku They and We. Kata dia, banyak manusia kini tidak lagi memiliki warisan primordial dan sosial yang berakar yang sama. Persilangan pernikahan antar etnis, informasi yang kian massif, arus global yang tak terbendung, maupun sekularisasi agama, menjadikan identitas-identitas primordail itu semakin kabur, samar dan pudar, dengan tanpa paksaaan.

Maka saya misalnya, harus ditulis, Agama: Islam-Hanbali plus Dhahiri-Wahabi Tadlili. Dan Anda, boleh ditulis: Islam-Kejawaen; Islam Hanbali plus Wahabi Takfiri; Islam-Muhammadiyah-Yogya; Islam-Muhammadiyah-NU; Islam-NU-Empat Madzhab; Islam-NU-cukup Syafii; Islam-Hanbali-Wahabi-PERSIS; Islam-Hanbali-Wahabi Alirsyad, dan lain-lain.

Identitas lain juga harus dihormati: Islam-Syiah-Syariati; Islam-Liberal-Syaitibyiah; Islam-HTI-Lembut; Islam-Liberal-Fazlurrahmaniah; Islam-Salafi-Haraki; Islam-Salafi-Surui-PKS. Kok ada PKS? Gak apa-apa, toh sering posisi partai juga melebihi agama dan menganggap membela partai sama dengan membela agama.

Pun demikian, mereka boleh menulis: Kristen-Sunda, Hindu-Bali (yang beda dengan Hindu India), Budha Tzu-Ci; Kaharingan-Jawa; Kaharingan-Sunda; Sunda Wiwitan; penganut anisme; penganut dinamisme; dan lain-lain.

Tunjukanlah identitas itu pada publik. Sebab yang penting dalam konteks berbangsa-bernegara bukanlah identitas kultural-primordial, melainkan penghormatan kepada orang yang memiliki identitas lain. Bila tak mampu menghormati identitas lain, kosongkan sekalian.

Dan perlu juga dicatat, nasionalis sejati, sebagaimana disampaikan Bung Karno, adalah nasionalis yang harus menolak segala faham pengecualian yang sempit budi; yang menegasikan identitas lain.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 November 2014 in CATATANKU

 

Kebutuhan Umat Kita Sekarang Akan Fikih Prioritas

Kebutuhan Umat Kita Sekarang Akan Fikih Prioritas

Oleh: DR Yusuf Qaradhawy

Kacaunya Timbangan Prioritas pada Umat

Apabila kita memperhatikan kehidupan kita dari berbagai sisinya –baik dari segi material maupun spiritual, dari segi pemikiran, sosial, ekonomi, politik ataupun yang lainnya– maka kita akan menemukan bahwa timbangan prioritas pada umat sudah tidak seimbang lagi.

Kita dapat menemukan di setiap negara Arab dan Islam berbagai perbedaan yang sangat dahsyat, yaitu perkara-perkara yang berkenaan dengan dunia seni dan hiburan senantiasa diprioritaskan dan didahulukan atas persoalan yang menyangkut ilmu pengetahuan dan pendidikan. Dalam aktivitas pemudanya kita menemukan bahwa perhatian terhadap olahraga lebih diutamakan atas olah akal pikiran, sehingga makna pembinaan remaja itu lebih berat kepada pembinaan sisi jasmaniah mereka dan bukan pada sisi yang lainnya. Lalu, apakah manusia itu hanya badan saja, akal pikiran saja, ataukah jiwa saja?

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Maret 2013 in Tak Berkategori

 

Fikih Prioritas

Fikih Prioritas; Sebuah Kajian Baru Berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah

Oleh Dr. Yusuf Qaradhawi

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Maret 2013 in BUKU-BUKU

 

Pendahuluan Fikih Prioritas

Pendahuluan Fikih Priroritas

Oleh: DR Yusuf Qaradhawy

DI ANTARA konsep terpenting dalam fiqh kita sekarang ini ialah apa yang sering saya utarakan dalam berbagai buku saya, yang saya namakan dengan “fiqh prioritas” (fiqh al-awlawiyyat). Sebelum ini saya mempergunakan istilah lain dalam buku saya, al-Shahwah al-Islamiyyah bayn al-Juhud wa al-Tatharruf, yaitu fiqh urutan pekerjaan (fiqh maratib al-a’mal). Yang saya maksud dengan istilah tersebut ialah meletakkan segala sesuatu pada peringkatnya dengan adil, dari segi hukum, nilai, dan pelaksanaannya. Pekerjaan yang mula-mula dikerjakan harus didahulukan, berdasarkan penilaian syari’ah yang shahih, yang diberi petunjuk oleh cahaya wahyu, dan diterangi oleh akal. “… Cahaya di atas cahaya…” (an-Nuur: 35)

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Maret 2013 in Tak Berkategori

 

Muqoddimah Fikih Prioritas

Muqiddamah Fikih Prioritas

Oleh: DR Yusuf Qaradhawy

SEGALA puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya, hal-hal yang baik dapat terlaksana, yang memberikan petunjuk kepada kita semua. Kita tidak akan mendapatkan petunjuk ke jalan yang lurus kalau Allah tidak memberikan petunjuk itu kepada kita. Salawat dan salam semoga terlimpahkan kepada junjungan, pimpinan, teladan, dan kekasih kita, Muhammad saw serta kepada seluruh keluarganya, sahabatnya, dan kepada orang-orang yang mengikutinya dengan baik hingga hari kiamat kelak. Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 30 Maret 2013 in Tak Berkategori

 

Innalillah, Syekh Said Ramadhan Al Buthi Meninggal Dibom

Ulama besar Suriah Syaikh Muhammad Said Ramadhan Al Buthi meninggal dunia dalam sebuah serangan di Masjid Al Iman. Ketika serangan bom bunuh diri terjadi pada Kamis kemarin waktu setempat (Kamis, 21/3) Said Ramadhan al Buthi sedang memberikan ceramah di Masjid yang berada di Damaskus, ibukota Suriah itu.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22 Maret 2013 in CATATANKU

 

Isi Pertemuan Empat Mata SBY-Prabowo Masih Jadi Misteri…

Secara umum, isi pertemuan antara Presiden SBY dan Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto sudah terjawab.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Maret 2013 in CATATANKU

 
 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 3.766 pengikut lainnya