
Bismillahirrahmanirrahiem
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat datang dirumah virtual-ku. Rumah yang dikonstruksi atas struktur kamar dan ruang; Kamar kemerdekaan berpikir dan ruang kebebasan berpendapat. Silahkan telusuri setiap sudut dan pojoknya sehingga membuka peluang untuk saling berbagi perasaan, pemikiran, pemahaman dan keyakinan.
Mungkin anda seorang muslim yang berbeda aliran dan madzhab denganku (dan hakikatnya—aku tidak mengikatkan diri pada satu madzhab dan aliran apapun). Percayalah, aku tidak akan menyesatkan apalagi mengkafirkan anda tanpa atau dengan dasar apapun. Aku hanya meyakini, bahwa anda hanyalah saudaraku yang berbeda dalam pendapat dan pemahaman. Perbedaan ini hanyalah didasarkan karena perbedaan bahan bacaan dan rujukan serta pengalaman keagamaan. Perbedaan itu bukan untuk dipertentangkan, tapi mari kita diskusikan dan bicarakan; diberanda rumah ini atau mungkin di warung kopi alam non-maya.
Mungkin diantara anda (yang masuk kedalam rumahku ini—dengan sengaja atau tidak), ada yang berbeda agama dan keyakinan denganku. Tapi apapun agama anda, anda tetap saudaraku. Memang kita beda dalam keyakinan, tapi kita tetap sama dalam penciptaan, sebagai sesama ummat manusia.
Terakhir, Mari kita buka keran-keran keterbukaan untuk pencerahan peradaban. Salam silaturahiem dari-ku; Silaturahiem intelektual, emosional dan spiritual.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh
Yayan Sopyani al-Hadi
kang…aku tuh gak ngerti segala madzhab (hehehe..) …
apa sih emang bedanya NU dengan PERSIS ato Muhammadyah?? (o’on ya pertanyaannya???)
—————————————————————————–
hehehe, mari kita berbagi ilmu nanti, aku sedikit tahu tentang madzhab, mungkin dalam beberapa hal mba lebih tahu tentang yang lainnya. ini salah satu maanfat nge-blog, hehehe.
NU, PERSIS atau Muhammadiyah hanya perbedaan pemahaman terhadap islam, itupun dalam kerangka fikih, bukan tauhid atau akidah.
Ada sedikit cerita dari kawan Madura yang kebetulan hampir semua penduduknya adalah NU. Bagi orang Madura, Muhammadiyah adalah agama tersendiri. Maka ketika dia hendak belajar ke Jakarta, orang tuanya berpesan padanya: “nak kalau nanti sudah di Jakarta, dan mendapatkan jodoh, carilah orang Islam. dan harus orang Islam. Kalau memang sudah ga ada lagi orang Islam, ga apa apa nikah dengan orang Muhammadiyah juga”.
Ada juga yang menanyakan apa perbedaan PERSIS, NU dan PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Ini sekedar bercanda, jawabannya:
kalau mesjid dipimpin oleh orang NU, maka yang hilang adalah sandal (Karena orang NU rata-rata orang kampung dan tidak tertib)
Kalau mesjid dipimpin oleh orang PERSIS, maka yang hilang adalah bedug (karena PERSIS mengharamkan Bedug pengiring panggilan adzan).
Nah kalau mesjid dipimpin oleh orang PKS, maka yang hilang adalah imam dan makmumnya (karena PKS, tidak punya lahan, akhirnya merambah kelahan orang lain).
Namun, itu sekedar bercanda.
Rencana setelah lebaran, karena banyak pertanyaan tentang hal ini padaku, aku akan membuat blog khusus tentang pemahaman keislaman dari berbagai aliran dalam segala bidang (akidah, fikih, Akhlak, dll),
Salam, Yayan Sopyani al-hadi
Oleh: rhainy on Agustus 21, 2008
at 12:28 pm
hehehe, lucu juga candaan tentang perbedaan ‘madzhab’ di indonesia. tapi anekdot kayak gitu bisa bisa bikin orang dari golongan yang bersangkutan tersinggung loh..hehehe
———————————————————–
yang tersinggung atas candaanya, dengan penuh hati saya mohon maaf (kata orang lebih baik bercanda pakai otak dari pada serius pakai dengkul, hehehe). di Indonesia, yang ada bukan perbedaan madzhab, tapi perbedaan kepentingan golongan…Kullu hizbin bima ladzaihim farihum. mereka bangga atas golongannya masing-masing..
Oleh: rhadhia on September 3, 2008
at 3:06 am
sukses teruz buat kang yayan. gak salah jadi ketua DKI? Ntar di mktamar IMM pantasnya jadi ketum DPP, jgn sprti DPP yg sekarang ini. huh!!!
=====================================
bisa saja saudaraku ini..
Gimana SUMUT?
semoga sukses selalu..
Oleh: insan sitorus on Februari 10, 2009
at 1:27 pm
Salam kenal .. bang, ..baca artikel artikel Islam bermutu. BERKUNJUNG KESINI
Oleh: SERAYA LeWat on Mei 25, 2009
at 12:53 pm
Assalamu’alaikum
Alhamdulillah… ahirnya ketemu sama salah satu dari sekian juta bloger yang seiman. Kalau aku mah cenderung ke madzap imam syafe’i. dilihat dari semua sudut pandang madzap imam syafe’i lebih mengena di hatiku..
Wassalam..
Oleh: Siswoyo Hadi Lukito on Oktober 10, 2009
at 6:54 pm