Oleh: Kang Yayan | Februari 9, 2009

Tiga Jam Bersama Rizal Ramli

Tiga Jam Bersama Rizal Ramli

14 Januari 2009

Walau hujan terasa mengguyur kota Jakarta, kami tetap berjalan. Karena hari ini, kami akan bertemu dengan Sang Lokomotif Perubahan, Mantan Kabulog, Mantan Menteri Perekonomian di Era Presidan Abdurrahman Wahid dan Mantan Dirut Semen Gresik. Dialah Rizal Ramli.

Sesampai di rumahnya yang asri dijalan Bangka sekitaran Kemang, kami berbincang hangat. Bukan hanya dijamu dengan teh hangat, tapi juga arah pembicaraan dan gaya bicara Pak Rizal Ramli yang sangat menggairahkan.

Pertama beliau mengemukakan tentang Muhammadiyah dan NU menurut pandangannya dan pandangan Gus Dur . Dilanjut, beliau bercerita tentang pengalamannya waktu menjabat di pemerintahan sampai cerita lucu waktu jadi pembantu sang Presiden Gus Dur. Beliau juga memaparkan tentang sistem perekonomian yang menjadi kiblat presiden SBY. Apa yang beliau ’ceramahkan’ tak perlu lagi di urai disini, karena dengan cukup membaca bukunya, insyaAllah terpuaskan. Sesekali beliau ’curhat’ tentang masalah kasus demo yang akhirnya menyeret beliau ke pengadilan. Terakhir beliau berbicara tentang perspektif masa depan pemimpin Indonesia di PEMILU 2009.

Tak terasa, waktu berbincang sudah tiga jam. Perbincangan yang menarik, mengguncang kesadaran, mengelorakan jiwa aktifis, dan menggairahkan nalar. Sebelum berpisah, beliau memberikan bukunya. Selain membubuhkan tandatangganya, beliau menulis: Yayan, Salam Perjuangan..

Salam Perjuangan Pak Rizal…..


Beri tanggapan

Your response:

Kategori