Oleh: Kang Yayan | Juni 30, 2008

Silaturrahim Ke KOMNAS HAM

Silaturrahiem Dengan Syekh Siti Jenar Muhammadiyah

 

Hari Selasa (24/06/2008), aku bersilaturahiem dengan Prof. DR. Abdul Munir Mulkhan di KOMNAS HAM. Sehari sebelumnya, aku SMS beliau, meminta waktu luang dari beliau. Al-Hamdulillah hari selasa itu, aku bisa bertemu dengan beliau, tepat pukul 13.15 WIB. Ini adalah pertemuan pertamaku dengan beliau, setelah sekian lama, hanya berkomunikasi lewat SMS.

 

Dulu, ketika aku masih semester 2 di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan masih aktif di HMI MPO Cabang Jakarta Selatan, aku pernah mengundang beliau sebagai pembicara pada bedah bukunya “Teologi Kiri” yang disandingkan di Mr. GM (Gunawan Muhammad). Karena aku hanya sebagai panitia pelengkap, aku tak sempat berkomunikasi dengan Pak Munir secara langsung. Aku hanya merenungkan gagasan-gagasan beliau dari pembicaraannya dan juga dari semua bukunya.

 

Pak Munir, merupakan tokoh Muhammadiyah fenomenal. Bahkan setelah MUKTAMAR Muhammadiyah di Malang, beliau di “blacklist” karena dianggap sangat liberal. Beliau adalah Syekh Siti Jenar-nya Muhammadiyah, yang mendapat eksekusi dari para wali Muhammadiyah pilihan Muktamar Malang.

 

Tujuan bertemu dengan Pak Munir, selain bersilaturrahim, juga memohon kepada beliau untuk bersedia menjadi Pembina Pena Muda Indonesia. Pena Muda Indonesia merupakan sebuah lembaga yang baru kami dirikan dengan beberapa teman di Apartemen Menteng Prada Kamar 1202. Alhamdulilllah beliau bersedia. Sebelum berpisah, beliau memberikan masukan yang cukup penting. Diantaranya, beliau mengingatkan bahwa, kritisisme dan juga intelektualitas Muhammadiyah yang semakin merosot. Bahkan menurut pengamatan (bukan penelitian) beliau, tahun 1940-an adalah tahun dimana Muhammadiyah mengalami institusionalisasi organisasi besar-besaran dan ini menimbulkan tumpulnya kritisisme Muhammadiyah. Kepada generasi muda beliau mengingatkan, seringkali idealisme kaum muda terganjal oleh hal-hal yang bersifat teknis.

Setelah satu jam kami bersua, akhirnya aku pamit.

 

 


Beri tanggapan

Your response:

Kategori