Oleh: Kang Yayan | Juni 30, 2008

Silaturrahim Ke POLDA METRO Jaya

Silaturrahim dengan Munarman dan Habib Rizieq

Hari Kamis (26/06/2008), bersama teman-teman dari FPMI (Forum Pemuda Mahasiswa Islam), aku membesuk Bang Munarman dan Habib Riziq Shihab.

 

Tepat pukul 10.00 WIB, aku memasuki gerbang POLDA METRO JAYA dan langsung berbegas menuju Gedung Reskrim Narkoba, dimana Munarman dan Habib di tahan. Setelah menyerahkan identitas dan HP, aku bisa masuk. Aku langsung menuju lantai 3 dimana Munarwan Mendekam. Disana nampak Munarwan sudah berbincang dengan kawan-kawan dari FPMI (GPI, PII, HMI MPO, HMI DIPO, GEMA PEMBEBASAN dan HIMA PERSIS). Ketika datang, aku langsung menyalami Bang Munarwan dan Memeluknya. Bagiku, entah sama atau beda pandanganku dengan Bang Munarman, ini adalah ukhuwah al-islamiyyah.

 

Kepada Bang Munarman, aku menyampaikan permintaan maafku, atas keterlambatan menjenguk beliau. Aku sampaikan, bahwa ketika terjadi tragedi Monas 1 Juni 1945, aku baru datang dari Lampung. Dan Aku baru tahu secara lengkap pemberitaan tentang Beliau dari beragam media (dari mulai Tragedi Monas, Beliau menjadi “Buron” dan juga ketika beliau menyerahkan diri ke POLDA METRO Jaya) ketika aku sedang di Gresik Jawa Timur. Waktu beliau dianggap Buron oleh Polisi, aku sempat meng-SMS beliau, tapi sayang hp-nya sudah tidak aktif lagi. Memang selama ini, aku dan Bang Munarman sering berkomunikasi lewat SMS. Apalagi ketika pandangan kami sama berkaitan dengan NAMRU 2.

Selama satu jam kami berdialog dengan Beliau. Ada beberapa pesan beliau:

1.   Revolusi Sosial selalu diawali oleh subyek gerakan, sedangkan obyektifitas gerakan hanyalah pelengkap

2.  Tidak ada sejarah revolusi yang disertai oleh kesiapan rakyat. Revolusi meniscayakan kesiapan TOP LEADER, bukan rakyat. Ketika revolusi meletus, dengan sendirinya rakyat akan mengikuti.

3.  Dunia bukan tempat perdamaian, maka sia-sialah konferensi-konferensi perdamaian dunia selama ini. Tempat damai hanya di surga. (ketika beliau membicarakan ini, beliau melirikku sambil sedikit terseyum. Bagiku dan juga bagi yang lain, ini adalah sindiran buatku, yang ketika itu, Sang Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof.DR. Dien Syamsudin sedang mengadakan Word Peace Forum di Hotel Sulthan)

Setelah cukup kami berbincang, akhirnya kami pamit. Sebelum berpisah, sekali lagi, aku dan Bang Munarman berpelukan, dan beliau berpesan, agar IMM maju terdepan dalam memperjuangkan syariat al-islam.

 

 

Setelah selesai bersua dengan  Bang Munarman, kami turun ke lantai 1 dan masuk ke sel nya Habib Rizieq Shihab. Kami pun berbincang dengan Habib yang nampak di TV laksana komando yang keras hati dan galak. Bagiku, ini pertemuanku yang pertama dengan Habib. Dan sungguh aneh, ketika berhadapan langsung, kesan galak dan keras hati itu, lenyap. Nampak dimataku, Habib adalah sosok pemimpin yang sopan, santun, halus dan jujur. Selain tegas, beliau juga sangat terbuka terhadap kritikan. Bahkan dengan rendah hati, beliau meminta kami untuk memberikan masukan bahkan mengkritiknya.

                                                                                                                                

Selama sejam lebih, ditdampingi istri Habib, kami berbincang tentang situasi ummat Islam masa kini dan juga tentang proses penangkapan beliau. Kami juga memberikan masukan kepada Habib jangan sampai terjebak kedalam strategi-strategi yang dilakukan oleh yang tidak suka.   Kepadaku beliau berbisik, majulah terus IMM.

 

 


Beri tanggapan

Your response:

Kategori