TIMPANG
Selasa 18 Maret 2008
Hari ini sangat menjenuhkan. Setelah sholat subuh aku tidur lagi, dan bangun sekitar jam 9-an. aku cuci muka. ga lama, aku sms beberapa orang di DPR. Yang respon adalah Mbah Permadi (PDIP), Bos Alvin Lie (PAN) dan Bang Patrialis Akbar (PAN). Alvien lagi sibuk, Permadi sedang sibuk ngurus pilkada SUMUT dan korban bencana, sementara Patrialis, minta kontak lagi besok, karena sedang dilaur kota.
Setelah Sholat Dhuhur, aku dan kawanku, Naswardi, Jalan-jalan ke Roxy untuk membeli HP, buat naswardi. karena lama menunggu, aku jalan-jalan disekitar ITC Roxy mas–simbol ‘citra’ dan ‘tanda’ bagi sekelompok orang yang datang bukan hanya karena kebutuhan tapi juga style. Di atas Lantai 4, kulihat betapa megah dan angkuhnya Jakarta, yang dikelilingi oleh gedung- gedung tinggi.. Namun, ketika kuturunkan pandangan, ada pemandangan yang sangat kontras, sekontras warna hitam dan putih. Di antara gedung-gedung tinggi, bahkan persis disamping ITC ROXY Mas, hanya terpisah oleh jalan dan bantaran sungai, nampak rumah-rumah bersusun yang kumuh dan kotor sepanjang jalan real kereta api tanah abang. Inilah wajah indonesia yang timpang!