Dari Panti ke Panti
Kemarin (04/04/08), setelah mengikuti pembukaan pelatihan administrasi IMM, sekitar jam 4 sore, bersama teman-teman Forum Panti Sosial Muhammadiyah- Aisiyah (FORPAMA), aku berangkat ke Bandung. Sebelumnya kami mampir di Kantor Pos Ibukota untuk mengirimkan 300 surat keseluruh Panti Muhammadiyah-Aisiyah se- Indonesia untuk keperluan direktori.
Setelah selesei, dengan menaiki Toyota Avanza, kami langsung meluncur ke Bandung melalui jalan tol Cipularang. seperti biasa, sebagaimana perjalananku ke Jawa Tengah dan Jawa Timur di Bulan Maret, Jawa Barat tak jauh beda. Setelah melalui gerbang provinsi melalui pintu Bekasi-Cikampek, nampak berderet spanduk para kandidat Gubernur di Tatar Sunda ini. Nampak spanduk pasangan Dani Setiawan-Iwan (DAI) yang didukung Partai Golkar, Agum Gumelar -Numan Adbul Hakim (AMAN) dengan partai pendukung utama PDIP dan PPP, dan Ade Heryawan-Dede Yusuf (Hade) yang dijagokakan PAN-PKS. sebagai bagian dari warga Jawa Barat dan anak kandung priangan, aku berharap pasca PILKADA JABAR tidak ada kerusuhan sebagaimana di daerah lain yang tidak siap berdemokrasi secara prosedural apalagi secara substansial dan juga aku berharap ada perubahan signifikan untuk kesejahteraan ‘urang sunda’. Harapan yang pertama, aku sedikit optimistis, karena aku faham karakter urang sunda dalam hal berpolitik, nampak santun dan lembut. namun untuk harapan yang kedua, aku merenung dan aku bereksimpulan sesuatu yang tidak mungkin. aku yakin, semua hanya janji belaka!!!
Sampai di Bandung, kami langsung menuju Panti Asuhan Bayi Sehat Muhammadiyah yang terletak di Jalan Purnawarman, tidak jauh dari kampus Universitas Islam Bandung (UINSBA) dan Universitas Pasundan (UNPAS). Panti ini dikelola oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sukajadi Kota Bandung.
Pertama aku masuk, aku berdecak kagum, karena bisa berkunjung ke Panti dengan bangunan 3 lantai, untuk penampungan dan pengasuhan bayi dari keluraga miskin, yatim, piatu, yatim-piatu atau baya-bayi yang lahir dari suatu perbuatan dosa yang dilakukan oleh muda-mudi yang tidak bertanggung jawab. aku terenyuh. di sisi lain, aku sangat bergembira dengan kehadiran panti ini.
setelah malam makin beranjak, kami di ajak makan di rumah makan C’Emar dan setelah, selesi sholat, kami langsung tidur.
Besoknya, (05/ 04/08) kami diajak keliling oleh Pa Yanto ke Komplek Perusahaan yang dikelola oleh PCM Muhammadiyah Bandung, sangat luar biasa. Ada Waserba, Wartel, Warung Nasi, Cell, dan lain-lain. Kami juga, mampir di Gedung Dakwah Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sukabungah.
setelah selesi kunjungan, kami diajak di makan siang di Restaurant “BUMBU DESA” Bandung.
Ba’da sholat jama’-qashar dhuhur dan ashar, kami bergegas pulang kejakarta lagi, masuk dalam belantara kemacetan dan kepenatan………….