Campur Aduk
Aku tak bisa tertidur malam ini. Dingin yang diselipkan AC kedalam sumsumku merasuk dan mengalir bersama aliran darahku. Kudengarkan lagu A’Thiny al-Nay-nya Kahlil Gibran yang didendangkan Fairuz, sungguh menggetarkan jiwa dan sukma. Iramanya yang sendu dan mendayu mengajak bathinku masuk kesela ruang silam dan menyelinap diantara semak belukar masa lalu.
Oh, betapa aku merindukan suasana pesantren yang sejuk. Bila aku tak bisa tidur, aku duduk terpaku di serambi mesjid, sambil kudegarkan “Pondok Kecil” dari tape recorderku. Ku ingat lagi …ku ingat lagi… ku ingat lagi…. Semuanya. Aku tersenyum ketir. Kadang aku merasa seperti Hercules yang gagah, dan sesekali aku merasa seperti Hamlet yang lemah. Jangankan untuk berbuat bagi bangsa, untuk diri sendiri aja terseok-seok..
Ingin kuraih kembali masa lalu itu dan ku-endapakan dalam kesadaran abadiku.
“Mengarungi samudra kehidupan
Kita ibarat para pengembara
Hidup ini adalah perjuangan
Tiada masa tuk berpangku tangan
Setiap tetes peluh dan darah
Tak akan sirna ditelan masa
Segores luka di jalan Allah
Kan menjadi saksi pengorbanan “
Ku ingat..
Kemarin, aku mendapat berita di Koran Rakyat Merdeka bahwa Bang Jumhur Hidayat (Kepala BNP2TKI) akan dilaporkan ke KAPOLDA oleh HIMSATAKI, APJATI dan PPTKIS berkaitan dengan penangkapan dan penghentian pemberangkatan calon TKI ke Luar Negeri. Tak Tanggung-tanggung, TKI yang ditahan, sekita 8000 orang.
Aku SMS bang Jumhur, berkaitan dengan potensi perdagangan manusia ini. Karna, aku yakin, TKI yang diberangkatkan ke Luar Negeri hanyalah asset yang menguntungkan beberapa orang saja, sementara bukan satu dua cerita yang menggambarkan betapa menderitanya para TKI itu. Aku teringat, salah satu kekhawatiran Bung Karno adalah ketika bangsa kita menjadi bangsa kuli, bangsa yang tidak punya harga diri. Sungguh, dalam hal ini aku juga merindukan sosok Bung Karno, untuk berani tegas kepada pihak asing manapun yang akan menjajah kembali republik. Aku tak usah membaca buku Jhon Perkins, Economic Hitman, untuk menandaskan betapa kita sedang diganyang oleh IMF, PBB dan World Bank. Cukup kulihat para TKI yang mengantri itu, betapa kurasa betapa bangsa ini sedang terkoyak dan tercabik.
Sekretaris Bang Jumhur di BNP2TKI, sms aku, bahwa aku dijadwalkan ketemu dengan Bang Jumhur 16 April mendatang dengan agenda pembicaraan, adalah menghentikan perdagangan rakyat kita…