Oleh: Yayan Sopyani Al Hadi
Sampai tadi malam tidak banyak orang yang mempertimbangkan Presiden Susilo Bambang Yudhyono bisa mengalami tragedi seperti yang dialami Presiden AS Richard Nixon: terjungkal sebelum di-impeach.
Oleh: Yayan Sopyani Al Hadi
Nazaruddin tidak tinggal diam. Setelah diberhentikan sebagai Bendahara Umum Partai Demokrat, Nazaruddin bernyanyi. Salah satu nyanyian Nazaruddin adalah terkait proyek besar Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora) dalam mempersiapkan SEA Games ke-26. Andi Mallarangeng terlibat dalam proyek tersebut?
Lagi-lagi Presiden SBY mendapat kritik pedas dari media asing. Setelah harian Australia, The Age, menyebut SBY melakukan abuse of power (Jumat, 11/3), kini koran sangat berpengaruh di AS yang diterbitkan di New York, The Wall Street Journal, yang melancarkan kritikan. Dalam The Wall Street (Rabu, 30/3), senior fellow with the Project 2049 Institute, Kelley Currie menulis “serangannya.” Ini tulisan lengkap Kelly Currie. Read the rest of this entry »
I’LL BE BACK. Itulah kalimat pembuka dalam situs www.srimulyani.net yang dilaunching kemarin sore. Dipastikan, Mantan Menkeu yang kini menjabat salah satu Managing Director World Bank dan berkantor di Washington DC itu akan kembali ke Indonesia dan merebut kekuasaan melalui Pilpres 2014. Situs itupun mengkritik SBY. “arah politik Indonesia sedang berbahaya karena keragu-raguan kepemimpinan politik,” tulisnya.
Sang Pencerah; Satu Upaya Menafsir Kyai Dahlan
Oleh: Yayan Sopyani Al Hadi
Berbeda dengan Film Sang Pencerah, dalam catatan Haji Moehammad Soedja—yang diterbitkan menjadi buku Cerita tentang Kyai Ahmad Dahlan: Catatan Haji Moehammad Soedja—disebutkan bahwa Kyai Dahlan berangkat haji ke Mekkah di usia 18 tahun. Bukan saat berusia15 tahun sebagaimana dalam tayangan Sang Pencerah. Ini bukan salah satu yang berbeda. Contohnya lagi, dalam Sang Pencerah ditampilkan bahwa Kyai Dahlan menikahi Siti Walidah setelah kepulangannya dari Mekkah, sedangkan dalam catatan Moehammad Soedja disebutkan sebelum berangkat ke Mekkah.
Cerita Moehammad Soedja ini penting, sebab dialah murid Kyai Dahlan yang menuliskan catatannya dua tahun sebelum meninggal. Read the rest of this entry »
Kakaren Lebaran dari Benda
Persiapan Muktamar Persatuan Islam (PERSIS) di Pesantren Persatuan Islam Nomor 67 Benda, menjadi salah satu perhatianku saat mudik lebaran kemarin. Pesantren Benda, begitu alumninya menyebut untuk lokasi Muktamar Persis tahun 2010 ini, mempunyai ikatan sejarah dan hubungan batin denganku. Jika Ibnu Rusyd adalah mu’allim al-tsani setelah Aristoteles, maka Pesantren Benda merupakan ‘ibu kedua’ bagiku. Dari rahim ibu kedua inilah aku belajar tentang agama Islam dan tradisi intelektual untuk pertama kalinya; dari madrasah diniyyah hingga mu’allimien. Kampung saya sendiri, Cisalak, tepat berada di sebelah selatan Kampung Benda.